Category Archives: Aqidah

HUKUM MERAYAKAN “Valentine’s Day”

valentinePenulis: Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

Hari ‘kasih sayang’ yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir yang disebut “Valentine’s Day” amat populer dan merebak di berbagai pelosok Indonesia. Terlebih lagi di saat menjelang bulan Februari di mana banyak kita temui simbol-simbol atau iklan-iklan tidak syar’i demi mewujudkan dan mengekspos (mempromosikan) hari Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik, hotel-hotel, organisasi-organisasi dan kelompok-kelompok kecil, mereka berlomba-lomba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan (pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio, televisi, dan yang lainnya. Sebagian besar kaum muslimin juga turut dicekoki (dihidangkan) dengan berbagai slogan dan iklan-iklan Valentine’s Day.

Berbicara tentang sejarah Valentine, ada berbagai versi menceritakan tentang asal mula ajaran ini. Namun semua berita tersebut tanpa disertai sanad yang jelas untuk dapat mengecek keabsahan riwayatnya. Sekedar untuk diketahui, bahwa di antara mereka ada yang menyebutkan bahwa dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial. Read more

Surga bagi Orang Tua yang Bersabar atas Kematian Anaknya

surgaAl-Ustadz Abu Bakar Abdurrahman

Surga bagi Orang Tua yang Bersabar atas Kematian Anaknya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَائَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّا لَا نَقْدِرُ عَلَيْكَ فِي مَجْلِسِكَ، فَوَعِّدْنَا يَوْمًا نَأْتِيْكَ فِيْهِ. فَقَالَ: مَوْعِدُكُنَّ بَيْتُ فُلَانٍ؛ فَجَاءَهُنَّ لِذَلِكَ الْوَعْدِ وَكَانَ فِيْمَا حَدَّثَهُنَّ: مَا مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ يَمُوتُ لَهَا ثَلَاثٌ مِنَ الْوَلَدِ فَتَحْتَسِبُهُمْ إِلَّا دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang wanita mendatangi Rasulullah  lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami tidak mampu menghadiri majelis Anda, maka berilah kami waktu dan tempat khusus untuk kami mendatangi Anda.’ Beliau pun menyanggupinya dan bersabda, ‘Tempat kalian berkumpul adalah tempat si fulan.’ Pada hari yang dijanjikan, beliau pun datang. Salah satu pelajaran yang beliau sampaikan kepada mereka adalah, ‘Tidaklah seorang wanita di antara kalian ditinggal mati oleh tiga anaknya, lalu dia mengharap pahala atasnya, kecuali dia akan masuk surga’.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 148)

Pembaca yang dimuliakan oleh Allah, mari kita renungi kandungan hadits di atas yang penuh pelajaran bagi kita. Di antara faedah yang bisa kita ambil adalah:

  1. Semangat para sahabat, termasuk kaum wanita, untuk mendatangi majelis ilmu.

Mereka bersemangat untuk bermajelis dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam guna menimba ilmu. Ilmu adalah kebutuhan primer bagi setiap orang, melebihi kebutuhan makan dan minum. Sebab, kebutuhan makan dan minum bisa tercukupi dalam sehari dua atau tiga kali, tetapi kebutuhan terhadap ilmu berlangsung sepanjang hari. Read more

HUKUM TAKUT KEPADA JIN.

takut kepada jinHUKUM TAKUT KEPADA JIN.

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah :

” Takut terbagi kedalam beberapa jenis ;

Yang pertama ; takut yang (disertai) dengan penghinaan diri, pengagungan terhadap yang ditakuti dan merendahkan diri kepadanya.
Yang biasa disebut dengan takut secara Sirri (samar), takut yang semacam ini tidaklah pantas kecuali kepada Allah تعالى, maka barangsiapa yang mempersekutukan Allah dengan takut semacam ini kepada selain Allah maka dia musyrik dengan syirik besar.

seperti takut kepada berhala-berhala dan kepada orang-orang mati, atau takut kepada orang-orang yang mengaku sebagai wali-wali dan meyakini bahwa mereka mampu mendatangkan manfaat atau mudharat, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kaum penyembah kubur.

Yang kedua, takut secara tabiat yang merupakan tabiat manusia, maka takut semacam ini hukum asalnya adalah Mubah/boleh.
Sebagaimana firman Allah تعالى tentang Nabi Musa :

فخرج منها خائفا يترقب،..

Baca selanjutnya

1 2 3 4 8